Kesalahan Secara Biasa Yang Dijalankan Seorang Backpacker Pemula

Pengalaman yang kami rasakan dikala menjadi seorang backpacker pemula menghasilkan kesalahan tentu dikala flash back sejenak akan menghasilkan kami tertawa geli sendiri. Kesalahan ini membuat kami menjadi lebih tahu ternyata pengalaman ini menghasilkan kami lebih smart untuk mengerjakan perjalanan berbiaya murah ke negara yang mau didatangi. Kesalahan ini membuat kami lebih bergairah untuk tetap mengerjakan perjalanan meskipun dikala itu dan dijawab dikala kini rasanya kok segitu "bloon" nya menyebabkan semua ongkos hingga kecapekan yang ditimbulkan oleh efek kesalahan itu kami memberanikan diri untuk menulis postingan ini mudah-mudahan rekan backpacker pemula yang ingin mengerjakan perjalanan ke mancanegara nantinya tidak mencicipi apa yang sudah kami rasakan mudah-mudahan ketentraman dan ongkos yang disiapkan sungguh terjangkau bahkan sesuai dengan budget. 

Poto credit: content.sierraclub.org

Apa saja kesalahan lazim yang dilaksanakan oleh backpacker pemula dikala mengerjakan traveling ke mancanegara pertama kali, jawabannya ada di goresan pena yang kami tulis ini. Berikut klarifikasi lengkapnya:

#1. Kesalahan Sangat Membekas Sekali Membawa Barang Bawaan Sangat Banyak Saat Traveling.
Rasanya busana satu lemari ingin dibawa semua, rasanya tidak cukup busana yang dibawa dikala traveling nanti. Sugesti ini senantiasa ada dipikiran disaat merencanakan peralatan yang mau dibawa dengan mondar-mandir di depan lemari dan menyaksikan busana yang ada galau mau bawa apa. Semua busana rasanya penting dan rasa kurang senantiasa menbayangi sehingga waktu berfikir menjadi sungguh panjang akhirnya senantiasa molor terus. Dengan kesalahan ini kami rasakan jumlah yang dibawa makin banyak sehingga tas backpack ukuran untuk mengerjakan perjalanan 4 hari menjadi sungguh sarat bahkan sukar untuk dipasang reseletingnya. 

Akibatnya, kami mesti mengeluarkan duit tambahan bagase yang melampaui kuota yang ditetapkan oleh Air Asia pada waktu itu. Biaya embel-embel yang serempak tidak perlu kami keluarkan terpaksa mesti dibayar, dikala di negara tujuan cuma beberapa potong saja yang terpakai dan sisanya menganggur dan masih rapi hingga kembali ke tempat tinggal dan dimasukan ke lemari dengan lipatan yang serupa pula. Pelajaran untuk backpacker pemula adalah: bawa busana seperlunya sesuaikan dengan jumlah hari traveling. Bawa yang terpenting saja dengan fenomena cuma 4 hari traveling saja cukup memadaai cuma 7 kg saja tidak perlu ongkos bagase embel-embel dan sanggup dibawa eksklusif ke kabin penumpang.

#2. Semuanya Ingin Dikunjungi Ternyata Saat Diperjalanan Malah Banyak Tak Didatangi.
Melihat postingan dari beberapa sobat yang sudah ada di media lazim mereka membuat impian tersendiri untuk saya pada waktu itu ingin menjelajahi semua kawasan rekreasi tersebut. Bahkan dengan impian ini bisa menghasilkan batin bergejolak dan ingin seluruhnya dikunjungi. Karena waktu pertama kali kami tidak menghasilkan itinerary perjalanan yang cukup rinci dan rincian menyebabkan konsentrasi perjalanan menjadi bias. Setelah diperjalanan sudah menentukan rencana ke kawasan rekreasi tertentu mendadak dirubah maksudnya sehingga waktu kami banyak dihabiskan dijalan. Rencana tinggal rencana cuma beberapa kawasan rekreasi saja yang terkunjungi itupun tidak prioritas. Dengan pengalaman ini kami menyadari bahwa itinerary atau daftar perjalanan sungguh penting bahkan menjadi rincian perjalanan yang mesti dihadiri satu per satu dan sudah pasti selama trip menjadi konsentrasi tidak melenceng dari yang ditetapkan.

Baca juga:

#3. Mimpi Buruk Dengan Rekan Traveler Lain Ajak Trip Bareng.
Memang mengerjakan traveling bareng dengan traveler lain sungguh menggembirakan alasannya yakni ada sobat yang mau mendampingi, tidak baper atau takut dikala melangkahkan kaki untuk menghabiskan waktu traveling nanti. Pastinya dengan rekan satu perjalanan mempunyai sifat yang anda senangi tentu ok saja bagaimana sebaliknya niscaya akan menjadi mimpi buruk. Pengalaman kami pada waktu backpacker pertama kali mendapat rekan yang cukup tenteram bahkan masih sanggup ditolerasnsi hal yang tidak diinginkan. Khusus rekan backpacker pemula mesti mengenali aksara rekan yang mau dijadikan partner alasannya yakni akan besar lengan berkuasa pada hal yang tidak tenteram menyerupai tidak se tipe hingga berlainan karakter. Kami sudah mengulas di postingan terpisah dan sanggup anda pelajari tipe menyerupai apa yang anda inginkan.


#4. Banyak Rencana Banyak Acara.
Memang benar adanya dikala kami mengerjakan perjalanan pertama kali sungguh bahagia dan aneka macam rencana dikala berada di negara tujuan sebelum dilaksanakan perjalanan. Bayangkan terasa di dikala itu yakni indah dan semua ingin didatangi. Setelah hingga di tujuan negara yang menjadi kawasan untuk piknik ternyata hasilnya kami kerumitan sendiri, banyak rencana dan banyak program yang mau menjadi kecapekan tingkat tinggi dan akhirnya hingga di hotel lebih banyak istirahatnya. Setiap perjalanan yang dilaksanakan tubuh terasa kecapekan dan eksklusif kembali ke hotel, begitu seterusnya. Jadi, menjadi mimpi jelek dan menghasilkan tubuh rasa remuk tidak karuan. Akhirnya penyelesaian terbaik yakni pilih yang paling prioritas, paling trending hingga paling gw banget agar tidak terjai apa yang kami alami. 

#5. Kesalahan Memilih Tas Backpack.  
Memang pernah kami rasakan disaat terjadi kesalahan menenteng tas backpack. Perlengkapan yang dibawa condong sungguh padat sehingga barang yang disimpan di tas backpack tersebut membuat jahitan robek hasilnya keselamatan dikala menenteng menjadi atensi sungguh tinggi. Robek yang terjadi terlihat barang keluar sehingga timbul cemas bagi kami dikala memasukan ke bagase pesawat. Ada hal yang ditakutkan sungguh prinsip yakni tas bisa saja robek menyebar menyebabkan busana bisa saja berantakan. Tetapi, dikala hingga ke tanah air tidak terjadi. Khusus backpacker pemula tentukan ukuran tas backpack sesuai dengan daya simpan tas mudah-mudahan tidak terjadi menyerupai pengalaman kami. Jumlah barang cukup dan tas bisa menyimpan semua barang anda semua.

#6. Kalap Belanja Oleh-Oleh Berakibat Biaya Ekstra.
Telah hingga di negara tujuan akan senantiasa kalap dikala berada di lokasi kawasan belanja oleh oleh dengan opsi banyak harga murah. Apalagi jumlah pembelian lebih banyak akan mendapat harga grosir bahkan anda tidak akan yakin dengan jumlah besar sanggup harga grosir sanggup ditawar lagi. Fenomena ini juga kami rasakan, kalap dan ingin beli semua alasannya yakni aji mumpung berada di negara yang diminati eksklusif beli banyak. Tidak terasa barang yang sudah ada melampaui kuota, dan hasilnya tas backpack sarat mesti berbelanja tas gres untuk menyimpan buah tangan yang sudah menggunung. Pelajaran ini mesti menjadi perhatian bagi rekan backpacker pemula jangan hingga gara-gara harga ekonomis anda menjadi tidak dapat kendali diri yang mau menyulitkan diri anda sendiri, tidak cuma jumlah duit tambahan yang lebih banyak dikeluarkan namun tas gres yang mesti dibeli untuk menenteng barang yang sudah dibeli, akhirnya tambahan ongkos embel-embel bagase yang jauh lebih mahal diluar ekspektasi anda.

#7. Tidak Ada Persiapan Khusus Hanya Mengalir Seperti Air Saja.
Perasaan dikala tidak ada antisipasi memang terasa sekali, dikala melangkah tidak ada tujuan cuma mengikuti menyerupai air mengalir. Jangan laksanakan hal menyerupai ini alasannya yakni akan merugikan diri anda sendiri. Bayangkan untuk hingga ke negara tujuan ini anda sudah menabung sekian usang dan merencanakan semua fasilitas yang cukup mahal ini terbuang begitu saja gara-gara tidak ada antisipasi khusus. Traveler smart dan pandai akan menyiapkan seluruhnya bahkan mesti detail. Dimulai dari tiket pesawat udara, hostel, transportasi, dan lain sebagainya mesti diteliti. Alasannya yakni duit yang mau dikeluarkan menjadi efek dari aktifitas ini. Harus ada antisipasi khusus memang harus, anda mesti merencanakan fisik dan mental untuk menghadapi semua rintangan yang mau dihadapi. Dimulai dari antri di imigrasi yang sungguh panjang, perjalanan dengan waktu yang sungguh panjang, hingga antri mengambil bagase. Ditambah lagi kemacetan yang mau dijumpai kembali dikala anda berada di tanah air. 

#8. Selalu Ada Rasa Malas Melakukan Riset Traveling.
Budayakan membaca dengan bersungguh-sungguh menyaksikan blog dan situs web dari rekan traveler yang sudah mengerjakan perjalanan ke negara tujuan yang mau menjadi traveling anda ada semua di goresan pena mereka. Jangan pernah berhenti mengerjakan riset traveling apapun jenisnya, mesti pro aktif sekali sungguh diperlukan mudah-mudahan anda menjadi terbuka wawasannya tidak baper ketulungan dikala berada disana. Jangan hingga di negara tujuan anda masih mengerjakan riset akan merugikan anda sendiri, sebaiknya berada di negara tujuan anda sudah mengerjakan semua daftar itinerary perjalanan selaku konsentrasi yang mesti dilakukan. Makanya, riset ini memerlukan waktu yang sungguh panjang di proses traveling. Anda mesti mendapat gunjingan sebanyak mungkin bahkan serinci mungkin agar anda tidak galau ngapain lagi setelah ini di negara tujuan. Tidak cuma itu saja, anda juga mesti mengerjakan riset pembelian tiket pesawat terbang, hostel, hingga transportasi estafet ke negara lain jikalau diperlukan. Karena semua faktor ini akan bermitra dengan efektifitas anda selama mengerjakan traveling.

Baca juga:

#9. Rasanya Tidak Ada Waktu Lagi Semua Harus Dilakukan.
Jangan hingga anda mengerjakan prisnsip menyerupai ini alasannya yakni tubuh anda ada batasnya, apabila anda memaksakan seluruhnya mesti dilaksanakan dari pagi hingga malam tubuh akan respon negatif yakni terlalu kecapekan hingga sanggup jatuh sakit. Dari semua itinerary perjalanan yang sudah disediakan ini tentukan anda menentukan paling utama dan prioritas alasannya yakni jikalau anda lengah akan menyebabkan imbas lain yakni tubuh anda sendiri. Makanya, traveler yang sering jatuh sakit hingga tidak dapat lagi berlangsung alasannya yakni tubuh tidak dapat lagi maka anda akan banyak berada di hotel istirahat yang mau merugikan diri anda sendiri.

#10. Tidak Terasa Persiapan Uang Cepat Habis.
Keasikan traveling sering kali kebablasan berbelanja semua barang diskonan di dikala anda berada di shopping mall complex. Keenakan milih dan pilih barang dikala mengeluarkan duit ternyata anda sudah masuk di zona over anggaran dan mesti memakai duit tambahan yang sebaiknya tidak anda pakai yakni memakai kartu debit card. Fenomena menyerupai ini juga kami rasakan disaat fashion yang kami lihat mempunyai potongan harga yang sungguh besar dan tidak akan mungkin jenis barang ini ada di Indonesia. Tergiur dengan harga dan mutu barang dari merek branded menghasilkan kami mengeluarkan duit lebih dari kartu yang dimiliki sehingga tidak terasa duit traveling membesar dan di luar prediksi. Backpacker pemula mesti cermati suasana ini alasannya yakni akan ada momen anda akan terpengaruhi oleh indahnya harga serpihan potongan harga dari merek kondang yang anda sukai. Waspada untuk poin ini.

Menurut kami ini lah kesalahan paling lazim yang dihadapi oleh backpacker pemula disaat mengerjakan perjalanan traveler ke mancanegara pertama kali. Pengalaman ini menjadi pelajaran yang sungguh bermanfaat dan jangan hingga anda merasakannya. Jadilah traveler yang mengenali apa yang sebaiknya dilaksanakan mudah-mudahan semua unsur fasilitas yang mau anda bayar memang sesuai dengan anggaran yang dipersiapkan, jangan hingga salah dan mengeluarkan duit yang terlalu besar alasannya yakni kesalahan kecil sanggup berakibat sungguh fatal yakni peluang dan duit yang anda miliki. Semoga berfaedah dan jadikan momen ini selaku cara buat anda menghabiskan waktu piknik di negara tujuan dengan ketentraman tanpa ada zona mimpi jelek yang mau terkenang sepanjang masa.  

Comments

Popular posts from this blog

Fakta-fakta Tentang Mainan LOL Surprise

Jenis Phobia Traveler Di Saat Traveling: Jangan Menjadi Penghambat Di Saat Menikmati Liburan

Berapa Modal Untuk Mendirikan Warung Kopi Coffee Shop Khusus Pemula